05 Oct 2020

6 Tantangan E-Learning yang Sering dihadapai Pengajar

1.Pengaturan

Banyak orang sudah terbiasa untuk belajar diruang kelas, pembelajaran yang tidak memerlukan ruang fisik atau belajar secara online menjadi hal baru bagi para siswa dan hal ini memerlukan waktu untuk membiasakannya. Salah satu aspek utama yang mempengaruhi transisi ke pembelajaran online adalah komunikasi. Model pengajaran tradisional memungkinkan siswa dan guru berinteraksi secara bebas. Pengajar harus melakukan yang terbaik untuk memastikan keefektifan komunikasi yang sama dalam pembelajaran secara online.

2. Pembelajaran Visual

Visual Learning adalah metode pembelajaran yang umum digunakan, perubahan pembelajaran secara online saat ini belum cukup untuk mengoptimalkan kebutuhan siswa akan pembelajaran secara visual. Alasannya adalah bahwa sebagian besar jenis media dirancang untuk konten tekstual. Namun, dengan eLearning pengajar dapat mengubah materi yang tekstual menjadi materi visual. Sebagian besar pengajar yang menggunakan eLearning menyadari bahwa mereka mengalami kemudahan dalam membuat materi. Misalnya, mereka dapat dengan mudah mengganti teks pada slide dengan gambar. Mungkin ada beberapa pengajar yang merasa sulit untuk beradaptasi dengan pendekatan ini, namun pada kenyataannya metode eLearning lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan belajar para siswa.

3. Informasi yang Beragam

Internet berisi banyak informasi tentang topik apa pun. eLearning memungkinkan siswa untuk menjelajahi berbagai bidang pengetahuan, memiliki akses ke semua jenis sumber namun tetap sesuai dengan kebutuhan materi yang akan disampaikan. Ketika memiliki terlalu banyak informasi yang tersedia, siswa dapat kehilangan arah dan disorientasi karena banyak informasi yang tidak relevan. Tanpa interaksi dengan instruktur, siswa mungkin merasa kesulitan dan kurang memahami tugas mereka. Oleh karena itu, penting untuk memberi siswa petunjuk yang jelas dan membuatnya sedetail mungkin.  

4. Kurangnya Motivasi

Motivasi siswa secara langsung bergantung pada seberapa menarik kursus online mereka. Jika suatu kursus membosankan, kemungkinan besar mereka akan merasa tidak cukup termotivasi. Saat berada di kelas, siswa bisa mendapatkan motivasi tambahan dari teman dan gurunya, namun hal tersebut tidak mungkin dilakukan saat belajar online. Solusi untuk masalah ini, serta banyak masalah lain yang terkait dengan eLearning, adalah memastikan komunikasi yang efektif. Kami juga menyarankan agar pengajar lebih berupaya untuk memberikan pengakuan sehingga siswa dapat melihat bahwa upaya mereka tidak luput dari perhatian guru.

5. Melemahnya Kemampuan Logis dan Intelektual

Banyak siswa modern yang terbiasa dengan teknologi untuk menyelesaikan tugas mereka. Berbagai aplikasi dan alat online membantu siswa mengumpulkan informasi dan melakukan tugas pemecahan masalah. Misalnya, siswa modern tidak perlu menganalisis konteks untuk memahami arti dari kata yang tidak dikenal. Masalah ini dapat diatasi dengan menggunakan kuis. Kuis merangsang pemikiran abstrak dan mendorong otak untuk berpikir keras, terutama saat tugas tertentu harus diselesaikan dalam waktu terbatas. Kuis dapat berfungsi tidak hanya sebagai alat untuk menguji pengetahuan tetapi juga sebagai alat pembelajaran. Misalnya, pengajar dapat menyajikan beberapa proses atau konsep dalam bentuk latihan drag-and-drop yang tidak bertingkat.  

eLearning adalah pilihan yang efektif dan pandemi virus corona menjadikannya satu-satunya pendekatan yang tersedia untuk pengajar. Tentu saja ini sangat berbeda dengan metode pengajaran tradisional. Kami berharap tips kami dapat membantu Anda mengatasi tantangan yang sering terjadi dari pembelajaran online. iSpring adalah salah satu alat pengarang e-learning untuk membantu guru membuat platform pembelajaran interaktif.