Pelatihan karyawan tidak lagi cukup jika hanya berfokus pada satu jenis materi. Perusahaan membutuhkan sistem yang dapat mendukung proses belajar secara menyeluruh, mulai dari onboarding, pengembangan kompetensi, assessment, hingga evaluasi hasil training. Karena itu,
Aplikasi LMS menjadi salah satu solusi yang dapat membantu perusahaan membangun sistem training yang lebih terstruktur.
Dengan Learning Management System, tim HR dan Learning & Development dapat mengelola berbagai aktivitas pembelajaran dalam satu platform. Selain itu, karyawan dapat mengakses materi sesuai program yang telah ditentukan, sementara perusahaan dapat memantau perkembangan mereka melalui data dan laporan.
Salah satu solusi yang dapat digunakan untuk kebutuhan tersebut adalah iSpring Learn. Platform ini menyediakan learning portal, pengelolaan training, pembuatan course dan quiz, learning tracks, analytics, mobile learning, serta berbagai fitur otomasi training.
Apa Itu Training 360?
Training 360 adalah pendekatan pelatihan yang melihat proses pengembangan karyawan secara menyeluruh. Artinya, training tidak hanya dilakukan ketika karyawan baru masuk perusahaan. Sebaliknya, proses pembelajaran dapat berlangsung sepanjang perjalanan karyawan di dalam organisasi. Pendekatan ini dapat mencakup beberapa tahap. Misalnya, perusahaan dapat memberikan onboarding kepada karyawan baru, kemudian melanjutkannya dengan product training, sales training, compliance training, hingga program pengembangan kompetensi. Dengan demikian, training tidak berdiri sendiri. Setiap program dapat menjadi bagian dari perjalanan belajar karyawan yang lebih besar.
1. Komponen Training 360 dalam Perusahaan
Training 360 dapat mencakup beberapa kebutuhan utama. Pertama, perusahaan perlu memastikan karyawan memahami pekerjaan dan proses bisnis sejak awal. Setelah itu, perusahaan dapat memberikan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan sesuai posisi dan tanggung jawab. Selain itu, assessment juga diperlukan untuk mengetahui apakah materi telah dipahami. Kemudian, hasil training dapat dianalisis untuk menemukan area yang masih perlu dikembangkan. Karena itu, sistem training 360 idealnya tidak hanya menyediakan materi pembelajaran. Sistem tersebut juga perlu membantu perusahaan mengatur, mengukur, dan mengembangkan proses pembelajaran secara berkelanjutan.
2. Peran Aplikasi LMS dalam Training 360
Pengelolaan training secara manual dapat menjadi semakin sulit ketika jumlah karyawan bertambah. Tim HR harus mengatur peserta, materi, jadwal, deadline, hasil assessment, dan laporan. Di sisi lain, setiap departemen dapat memiliki kebutuhan pembelajaran yang berbeda. Oleh sebab itu, perusahaan membutuhkan sistem yang dapat mengatur program tersebut secara terstruktur. Di sinilah
Aplikasi LMS dapat digunakan sebagai pusat pengelolaan training. Dengan iSpring Learn, perusahaan dapat membuat learning portal untuk menyimpan dan mendistribusikan materi. Perusahaan juga dapat membuat learning tracks yang berisi rangkaian course secara bertahap untuk posisi atau kelompok tertentu.
Training 360 membutuhkan berbagai jenis materi. Misalnya, perusahaan dapat memiliki course onboarding, quiz, video training, dokumen, webinar, dan program sertifikasi. iSpring Learn memungkinkan materi tersebut dikelola dalam satu learning portal. Selain itu, karyawan dapat mengakses materi melalui perangkat seperti laptop, tablet, maupun smartphone. Fitur mobile juga mendukung pembelajaran offline. Dengan pendekatan ini, karyawan tidak perlu bergantung sepenuhnya pada jadwal kelas tatap muka.
Aplikasi LMS untuk Employee Onboarding
Onboarding merupakan tahap penting dalam perjalanan seorang karyawan. Pada tahap ini, karyawan perlu memahami perusahaan, pekerjaannya, sistem yang digunakan, serta standar yang harus diikuti. Namun, proses onboarding manual sering bergantung pada trainer atau supervisor. Akibatnya, pengalaman onboarding dapat berbeda antara satu karyawan dan karyawan lainnya. Dengan iSpring Learn, perusahaan dapat membuat program onboarding secara online. Materi dapat diberikan kepada karyawan baru melalui learning track dan assignment otomatis.
1. Automasi Training untuk Karyawan Baru
Salah satu fitur yang mendukung training 360 adalah automatic assignments. Perusahaan dapat menetapkan aturan agar course tertentu otomatis diberikan kepada karyawan yang masuk ke kelompok tertentu. Sebagai contoh, karyawan baru dapat langsung mendapatkan onboarding course setelah masuk ke kelompok trainee. Kemudian, karyawan yang berpindah posisi dapat memperoleh course baru sesuai dengan perannya. Dengan demikian, HR tidak perlu melakukan assignment satu per satu.
Aplikasi LMS untuk Upskilling dan Reskilling
Training 360 tidak berhenti setelah onboarding selesai. Karyawan juga perlu mengembangkan kemampuan seiring perubahan kebutuhan bisnis. Upskilling dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan yang sudah dimiliki karyawan. Sementara itu, reskilling dapat membantu karyawan mempelajari kemampuan baru untuk menjalankan tanggung jawab yang berbeda. Melalui learning tracks, perusahaan dapat membuat program pembelajaran yang disesuaikan dengan jabatan, departemen, atau kebutuhan tertentu.
1. Training Berdasarkan Jabatan
Program training untuk sales manager tentu berbeda dengan program untuk customer service. Oleh karena itu, perusahaan dapat membuat jalur pembelajaran berdasarkan posisi. Misalnya, sales manager dapat memperoleh training mengenai leadership, sales management, dan product knowledge. Sementara itu, customer service dapat memperoleh training mengenai customer handling dan penggunaan sistem perusahaan. Pendekatan tersebut membuat training menjadi lebih relevan bagi setiap karyawan.
Aplikasi LMS untuk Assessment dan Sertifikasi
Training tidak cukup hanya dengan menyelesaikan materi. Perusahaan juga perlu mengetahui apakah karyawan benar-benar memahami materi yang diberikan. Karena itu, assessment menjadi bagian penting dari training 360. iSpring Learn memungkinkan perusahaan membuat quiz online dan memantau hasilnya. Hasil tersebut dapat digunakan untuk melihat tingkat pemahaman serta menemukan area yang masih membutuhkan pengembangan.
2. Mengidentifikasi Knowledge Gap
Knowledge gap adalah kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki karyawan dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk menjalankan pekerjaannya. Melalui hasil quiz dan learning reports, perusahaan dapat melihat performa pembelajaran karyawan. Dengan demikian, HR dan manager dapat menentukan training lanjutan berdasarkan data. Selain itu, perusahaan dapat menggunakan hasil assessment sebagai bagian dari program sertifikasi.
Aplikasi LMS untuk Compliance Training
Compliance training menjadi kebutuhan penting bagi banyak perusahaan. Karyawan mungkin perlu mengikuti training mengenai regulasi, keamanan, keselamatan kerja, atau kebijakan internal. Masalahnya, training tersebut sering dilakukan secara berkala. Jika dikelola menggunakan spreadsheet atau proses manual, HR harus terus memantau siapa yang sudah mengikuti training dan siapa yang belum. Dengan iSpring Learn, perusahaan dapat mengotomatisasi assignment, reminder, dan monitoring training. Untuk recurrent training, sistem dapat memberikan pengingat dan menetapkan kembali course sesuai jadwal yang telah ditentukan.
1. Monitoring Kepatuhan Training
Data training membantu perusahaan mengetahui status setiap peserta. HR dapat melihat siapa yang telah menyelesaikan course dan siapa yang masih tertinggal. Dengan demikian, proses monitoring menjadi lebih terstruktur. Selain itu, laporan training dapat membantu perusahaan dalam kebutuhan audit dan evaluasi internal.
Aplikasi LMS untuk Sales Training
Training 360 juga dapat diterapkan pada tim sales. Sales membutuhkan pembelajaran yang berkelanjutan karena produk, proses, dan strategi penjualan dapat berubah. iSpring Learn dapat digunakan untuk membuat training mengenai product knowledge, sales techniques, maupun simulasi percakapan dengan pelanggan. Selain itu, iSpring Suite dapat digunakan untuk membuat role-play, video training, quiz, dan screencast. Materi tersebut kemudian dapat digunakan dalam ekosistem LMS untuk mendukung proses pembelajaran.
1. Simulasi untuk Meningkatkan Kesiapan Sales
Simulasi memungkinkan karyawan berlatih menghadapi situasi tertentu tanpa langsung berhadapan dengan pelanggan. Contohnya, perusahaan dapat membuat simulasi percakapan antara sales dengan calon pelanggan. Karyawan kemudian memilih respons yang sesuai dan mendapatkan feedback berdasarkan pilihannya. Dengan cara ini, training dapat menjadi lebih interaktif dibandingkan hanya membaca materi.
Aplikasi LMS untuk Knowledge Management
Training 360 juga membutuhkan akses terhadap pengetahuan perusahaan. Karyawan tidak selalu membutuhkan course lengkap. Terkadang, mereka hanya membutuhkan informasi tertentu ketika sedang bekerja. Karena itu, knowledge base dapat menjadi bagian penting dari sistem training. iSpring Learn menyediakan knowledge base untuk menyimpan manual, standar, regulasi, dan informasi penting yang dapat diakses karyawan.
1. Menjadikan Training sebagai Knowledge Hub
Knowledge hub membantu perusahaan mengurangi ketergantungan pada informasi yang hanya tersimpan di individu atau dokumen yang tersebar. Sebagai contoh, seorang karyawan dapat mencari panduan ketika lupa cara menggunakan aplikasi tertentu. Karyawan juga dapat mengakses kembali standar perusahaan tanpa harus selalu bertanya kepada supervisor. Dengan demikian, proses belajar dapat terjadi ketika karyawan membutuhkan informasi.
Aplikasi LMS untuk Blended Learning
Training 360 tidak berarti seluruh pembelajaran harus dilakukan secara online. Perusahaan tetap dapat menggabungkan pembelajaran digital dengan pelatihan tatap muka. Pendekatan tersebut dikenal sebagai blended learning. iSpring Learn mendukung kombinasi antara online course, webinar, group training, mentoring, dan aktivitas pembelajaran lainnya. Sistem juga dapat memberikan pengingat mengenai jadwal training.
1. Menggabungkan Online Course dan Training Tatap Muka
Sebagai contoh, karyawan dapat menyelesaikan online course terlebih dahulu. Setelah itu, mereka mengikuti webinar bersama trainer. Kemudian, sesi tatap muka dapat digunakan untuk praktik dan diskusi. Dengan pola tersebut, waktu trainer dapat digunakan untuk aktivitas yang membutuhkan interaksi langsung. Sementara itu, materi dasar dapat dipelajari secara mandiri melalui LMS.
Learning Analytics untuk Mengukur Training 360
Salah satu keuntungan utama digitalisasi training adalah tersedianya data. Tanpa data, perusahaan mungkin hanya mengetahui bahwa sebuah training telah dilakukan. Namun, perusahaan belum tentu mengetahui apakah karyawan menyelesaikannya, berapa lama mereka belajar, atau bagian mana yang masih sulit dipahami. iSpring Learn menyediakan learning reports dan visual learning analytics untuk membantu manager dan HR memantau progress pembelajaran.
1. Data yang Dapat Dipantau
Data pembelajaran dapat mencakup jumlah course yang diselesaikan, waktu belajar, skor quiz, serta kesalahan yang dibuat peserta. Selain itu, manager dapat melihat perkembangan individu maupun departemen. Dengan informasi tersebut, HR tidak hanya mengelola training. HR juga dapat menggunakan data sebagai dasar untuk mengevaluasi program pembelajaran.
Cara Membangun Training 360 dengan iSpring Learn
Membangun training 360 sebaiknya dimulai dari kebutuhan bisnis. Jangan langsung memasukkan seluruh materi yang tersedia ke dalam LMS. Pertama, perusahaan perlu menentukan kompetensi yang dibutuhkan pada setiap posisi. Selanjutnya, tentukan materi yang diperlukan untuk mencapai kompetensi tersebut. Setelah itu, materi dapat disusun menjadi learning path.
Langkah 1: Identifikasi Kebutuhan Training
Tentukan siapa yang membutuhkan training dan kompetensi apa yang perlu dikembangkan. Sebagai contoh, karyawan baru membutuhkan onboarding. Sales membutuhkan product knowledge dan sales skills. Sementara itu, manager mungkin membutuhkan leadership development.
Langkah 2: Buat Materi Pembelajaran
Materi dapat berupa course, video, quiz, dokumen, screencast, maupun simulasi. Dengan iSpring Suite, perusahaan dapat membuat berbagai jenis materi pembelajaran tanpa membutuhkan kemampuan IT atau desain yang mendalam. Toolkit tersebut terintegrasi dengan PowerPoint dan mendukung pembuatan course, quiz, video lesson, screencast, role-play, microcourse, serta ebook.
Langkah 3: Susun Learning Track
Setelah materi tersedia, susun materi berdasarkan urutan pembelajaran.
Misalnya:
Onboarding → Product Knowledge → Sales Skills → Assessment → Certification
Dengan struktur tersebut, karyawan mengetahui apa yang harus dipelajari berikutnya.
Langkah 4: Automasi Assignment dan Reminder
Selanjutnya, gunakan automation untuk mengurangi pekerjaan administratif. Course dapat diberikan secara otomatis kepada kelompok karyawan tertentu. Sistem juga dapat mengirimkan notifikasi mengenai course dan jadwal pembelajaran.
Langkah 5: Pantau dan Evaluasi
Terakhir, gunakan data pembelajaran untuk mengevaluasi program. Jika banyak peserta gagal pada assessment tertentu, misalnya, materi tersebut dapat ditinjau kembali. Kemudian, perusahaan dapat memberikan training tambahan sesuai kebutuhan.
Mengapa iSpring Learn Cocok untuk Training 360?
Training 360 membutuhkan lebih dari sekadar tempat untuk mengunggah materi. Perusahaan membutuhkan platform yang dapat membantu mengelola seluruh siklus pembelajaran.
iSpring Learn menyediakan berbagai komponen tersebut. Mulai dari learning portal, course management, learning tracks, assessment, knowledge base, automation, mobile learning, blended learning, hingga analytics.
Selain itu, iSpring Suite dapat melengkapi kebutuhan pembuatan konten. Perusahaan dapat membuat course, quiz, video, simulasi, screencast, dan microlearning menggunakan satu toolkit.
Dengan kombinasi tersebut, perusahaan dapat membangun ekosistem training yang lebih terstruktur. Training tidak lagi hanya menjadi aktivitas satu kali. Sebaliknya, pembelajaran dapat menjadi bagian dari perjalanan pengembangan karyawan.
Kesimpulan
Training 360 membantu perusahaan melihat pengembangan karyawan secara lebih menyeluruh. Prosesnya dapat dimulai dari onboarding, dilanjutkan dengan upskilling, compliance training, assessment, hingga pengembangan karier. Namun, semakin kompleks program training, semakin besar pula kebutuhan akan sistem pengelolaan yang terstruktur.
Karena itu,
Aplikasi LMS seperti iSpring Learn dapat membantu perusahaan mengelola training dalam satu platform. Mulai dari distribusi materi, learning path, assessment, automation, knowledge management, hingga learning analytics dapat dikelola secara lebih terpusat.
Jika perusahaan Anda sedang membangun sistem training yang lebih terstruktur dan ingin melihat bagaimana iSpring Learn dapat diterapkan sesuai kebutuhan organisasi, Anda dapat melakukan
demo iSpring Learn bersama tim Askarasoft.
Hubungi tim kami untuk mendapatkan demo dan melihat bagaimana iSpring Learn dapat membantu membangun training 360 untuk perusahaan Anda. Post Views: 7